"Woi Siti, kau tolonglah aku.... macam mana aku nak lari dari semua feeling ni wehhh... stop la main handphone tu.." Marah Issabella geram. Siti masih buat pekak. 'ke dia ni memang pekak' "Siti!!!!" jerit Issabella geram memandang reaksi Siti.
"Alahai, apa kes yang kau nak lari-lari, buruk ke Andry tu? cuba kau fikir jauh, belum cube belum tahu beb."
Siti memberi idea, memang dia akan sokong Andry habis-habisan, lagipun Andry sudah memujuk merayunya untuk menolong dia dekat dengan Issabella. 'nasib kau handsome Andry, kalau tak memang tak ingin aku bagi can.'
"Kenapa semua orang cakap menda yang sama ni? terimalah.. cubalah... itu lah ini lah..." Issabella kembali duduk menghadap Siti sambil merampas handpone yang setia ditangan sahabat baiknya itu. "Masalahnya aku tak ada hati dengan Jin tu." Bohong Issabella, padahal ego dia memang dah separuh runtuh, sipi-sipi je lagi dia jatuh tersungkur untuk terima Andry.
"Kenapa Bella tak suka saya? tak layak ke saya?" ayat poyo yang tiba-tiba je kedengaran menyentak emosi Issabella. 'OMG macam mana Jin ni boleh tahu aku lepak kat sini... ishhhhh' Issabella terus kaku, lemah seluruh badanya.
"Am i bad Bella? atau awak masih marah?" Tanya Andry, tak jemu dia menatap wajah gusar Issabella. Hati lelakinya cukup tak tenteram. 'Dia mahu Issabella menjadi miliknya, walaupun usianya masih muda dia yakin, hubungan ini akan setia kerana dia Pencinta setia, andry yakin akan itu.'
"Issabella.." desak Andry, bahu Issabella digenggam kemas. Biar dikatakan mendesak asalkan Isabella tahu keikhlasan dirinya.
"Please lah Andry, aku tak layak untuk kau." jujur Issabella memberitahu keraguanya, bukan dia tak mahu tapi dia takut, siapalah dia jika dibandingkan dengan Andry. Jauh panggang dari api. Sejujurnya dia nampak keikhlasan Andry. Bersusah payah lelaki itu berusaha semata-mata membuktikan rasa hatinya.
Andry merasa lapang, maknanya dia ada can cuma dia perlu meyakinkan Issabella dengan sekukuh-kukuhnya. Dia tak pedulu pangkat, darjat, atau apa sahaja asalkan hati dah berkenan. Dia akan pastikan, cinta mereka bukan sekadar cinta monyet mahupun cinta babon, sekali dah terpaut memag selamanya kekal begitu. Berada di upper 6 sememangnya perasaan cinta yang hadir lebih meyakinkan.
"Bella." pangil Andry lembut. "please beri saya peluang," Tangan Issabella digapai biarpun gadis itu menepis pada mulanya. "Bella tak perlu rasa takut dan kekurangan, kita cuba untuk melengkapkan kekurangan masing-masing, hanya saya dan awak." tutur Andry yakin merenung tepat ke dalam anak mata Issabella yang kuat.
Issabella dah mula cair. 'apa yang aku nak cakap ni.. sesungguhnya aku tak pandai weh' gusarnya sendiri.
"Beri saya masa" tutur Issabella. 'pulak dah.. nampak sangat aku ni dah cair, patutnya aku kena cakap.. sorry saya tak suka awak' kutuk Issabella pada dirinya sendiri.
Andry pula tersenyum mendengar jawapan Issabella. Dia pasti akan perasaan Issabella sama sepertinya cuma dia perlu lebih meyakinkan gadis itu. 'ohhhh Issabella...'
*****************************************************************
‘Ni apasal
ramai-ramai depan aku ni…’ Issabella gelabah bila tengok sekumpulan wanita
mendekatinya. Masing-masing muka macam singa kebulur. Siap bawa sepanduk dengan
banner lagi. Aku dah agak dah… dorang ni semua dari club prince. ‘ni nak apa
lagi nih.’
Issabella hanya melihat Putri Sandra
yang semakin menghampirinya. Mukanya bengis, tapi masih kelihatan cantik. ‘Kenapa ni’ …
Putri Sandra betul-betul berhenti dihadapanya.
PAANNNGGGG!!!!....
Isabella jatuh
terduduk. Dia terkejut. Pipinya perit.
Puteri Sandra
memaut dagu Isabella dengan kasar dan dibelek muka itu dengan riak menyampah.
Lalu dicampak wajah Isabella dengan perasaan teramat jijik.
“So girl… this is ISABELLA yang you all gembar-gemburkan?” Tanya Putri Sandra penuh gaya.
“So girl… this is ISABELLA yang you all gembar-gemburkan?” Tanya Putri Sandra penuh gaya.
Semua pelajar
perempuan menganguk anguk. Ternyata semua kecut perut, termasuk Issabella. 'Ya
lah, dia tu berpengaruh… kalau aku melawan kang tak pasal pasal mati ngeri aku.' Issabella kecut perut. 'Tapi apa kaitan semua ni dengan aku?' Putri Sandra berjalan mengelilingi
Issabella yang hanya menikus.
“Isabella…” sebutan Putri Sandra kedengaran amat menyampah. “Well…tak cantik mana pun…” Putri Sandra menjeling tajam. “bodoh… dasar kampung” Putri Sandra ketawa, dia tersangat berpuas hati kerana dapat mengenakan Issabella.
Issabella rasa sakit hati, kejang pipinya dek penangan tak semena-mena model berlagak ni. Bengang
betul dia. ‘Dah la tampar aku, lepas tu boleh hina aku pulak…..cehhhh sama
macam Andry…tak ada moral langsung.’ Marah Issabella yang yakin bahawa semua ini ada kaitan dengan Andry.
“Hey…kenapa dengan kau ni huh?...
tak pasal-pasal nak lempang aku, apa salah aku?” Tanya Issabella berani.
Putri Sandra gelak besar. Tajam matanya menikam Isabella. “Well well well…berani pulak kau menjawab” Putri Sandra mencengkam lengan Isabella. Dia menunjal nunjal dahi Issabella.
“Aku tak nak kau dekat dengan Andry and aku tak nak kau ada apa-apa perasaan pada dia…” arah Putri Sandra tegas. “He’s mine and always be mine.” tepat pandangan tajam diberikan pada Issabella. Lengan Issabella masih dicengkam kejap, dia tak peduli kerut dimuka Issabella.
“lekatkan dalam kepala kau.” dia melepaskan lengan Isabella. “Faham!!!” arah Putri Sandra yang masih belum puas untuk membuli.
“Excuse me… we’re just friend… nothing more than that.” Jelas Issabella yang ingin mempertahankan diri.
“Oh realy?” sinis sekali bunyinya. Puteri Sandra memijak kaki Issabella dengan kasut tumit 5 incinya.
“Arrggghhhhhh!!!!!” Issabella dah
menangis. Kakinya baru baik dari terseliuh. 'Mak tolong bell'. Dengan penuh
tenaga Issabella menolak Putri Sandra. Giliran Putri Sandra pula terjelepuk jatuh. Muka Putri Sandra berubah bengang.
“How dare you.” Dia segera bangun.
“How dare you.” Dia segera bangun.
PANGGGGGG!!!!
Issabella terasa
melayang. Dia ditampar sekali lagi. Mulutnya terasa perit dan panas. ‘ya
Allah…darah.’ Issabella kalut, geram dan sakit hati. namun dia buntu...
“Girl!”
jerit Putri Sandra memangil pengikutnya. Semua pelajar mendekati. “Setlekan
dia…” arah Putri Sandra pada semua ahli club
Prince. ‘itu maksudnya aku akan dibelasah’ Issabella yang lemah hanya mampu
menyembunyikan kepalanya dari diketuk, ditampar dan diterajang.
“STOP it!!!!….” jerit Andry. Semua terkejut dan masing-masing memerhati ketibaan Andry “I said stop now.”
Putri Sandra tersenyum dan berlari-lari anak mendapatkan Andry, sempat dia membetulkan rambut dan mini skirtnya. Dia mahu sentiasa nampak cantik dihadapan Andry.
“Sayang~~~…..” Putri Sandra mesra
memaut pinggang Andry.
“I
miss you…..tengok ni, habis luka…I kena
tolak tadi.” Adu Putri Sandra manja.
Andry menolak
Putri Sandra jauh. Dia ingin mendekati Issabella yang Nampak lemah dan takut.
Namun belumpun sampai 5 langkah putri Sandra sudah menghalang Andry.
“Kenapa you dah berubah?” Marah
Putri Sandra. “Where
are your kiss and your big hug…? I realy need that.” Minta Putri Sandra
manja.
“Shiitttt….”
Marah Andry “Please lah… I don’t take a
shitttt!!!!” Tajam pandangan marahnya pada Putri Sandra, bencikerana dia telah menyakiti wanita pujaanya.
Putri Sandra
geram. “Girl… kenapa berhenti… I said
setlekan minah kampung tu.”Arah Putri Sandra. Semua pengikut kembali untuk mendekati Issabella. Andry segera berlari mendapatkan Issabella.
Semua terkejut disaat Andry
menghempas kerusi berhampiran dan diambil kayu kerusi yang patah untuk
dijadikan pemukul. Bengis betul muka Andry saat itu.
“Kalau you all mara kedepan… I
tak teragak agak untuk bunuh you all
semua.”
semua telan air
liur, termasuk Putri Sandra. Terpegun dengan aksi Andry, special sangat Issabella padanya.
“Kenapa you nak bela dia…” Tanya Putri Sandra marah. “She
just kampung ok… look at me… apa kurangnya I.” Tanya Putri Sandra penuh emosi.
“We have been together for 3 years, don't you feel what i feel or it's nothing?” jerit Putri Sandra tanpa dapat mengawal emosi. "Damn you Andry, tell me!!!!" jeritnya yang sakit saat melihat kesungguhan Andry menyelamatkan Issabella.
“ I treat you like my own sister…. Not more than that.” Jawab Andry geram. Bukan dia tidak pernah jelaskan malah puluhan kali dia mengingatkan Putri Sandra akan pertalian mereka. cuma kawan dan seperti adik abang,
Putri Sandra
geleng kepala… “But I love you Andry, I suka you.” Rayu
Putri Sandra. Matanya sudah bergenang. Semua orang yang berdiri disekeliling mereka menjadi penonton setia. seperti menonton drama.
“Dari mula I dah kata yang I anggap you macam adik. I treat you not more than that.” Jelas Andry
“No no no... it not going to be like this….” Tajam dia memandang Isabella. "I won't let it happen." air mata sudah mula keluar. “I bunuh you…” Putri Sandra ingin mendapatkan Isabella tetapi ditolak kuat oleh Andry.
“Dari mula I dah kata yang I anggap you macam adik. I treat you not more than that.” Jelas Andry
“No no no... it not going to be like this….” Tajam dia memandang Isabella. "I won't let it happen." air mata sudah mula keluar. “I bunuh you…” Putri Sandra ingin mendapatkan Isabella tetapi ditolak kuat oleh Andry.
Makin pedih hati Putri Sandra, “Kenapa you nak bela sangat minah
tu…” jerit Putri Sandra geram. Dia yang jatuh terjelepok cuba untuk bangun.
Badannya menggigil, dia segera mendapatkan Andry dan kedua tangan lelaki itu
dipegang kemas.
“Siapa dia…” Putri Sandra
mengoncang-goncang bahu Andry.
“Siapa dia jika nak dibandingkan
dengan i…”
“I
LOVE HER!!!!!!!” jerit Andry
kuat… semua orang ternganga. “I
love her…. I love her…. I love her…” sambung Andry lagi.
Putri Sandra sudah menangis. Dia menolak Andry jauh. “But why…. Why Andry?” pilu sungguh Putri Sandra ketika itu.
“Please
understand me.” Rayu Andry
“I
wont… and I’ll never do that.” Marah Putri Sandra. Dia semakin menjauh.
“I
hate you…. I hate you!!!!!” jerit putri Sandra. Dan dia melarikan diri
entah kemana. ‘I hate both of you.’ berlari membawa hati yang kecewa. Semua pelajar berundur disaat Andry
mendapatkan Isabella. Kini hanya tinggal mereka berdua.
“SAYANG okay
tak? Ada rasa sakit ke?” Tanya Andry lembut.
Issabella hanya
diam memikirkan sikap Andry, peristiwa tadi sentiasa berulang tayang. Dia keliru dengan perasaan yang baru hadir
ini.
“Syuhhh… kenapa menangis ni sayang?... you okay ke?”tanya Andry cemas. Manalah
tahu ada kecederaan dimana-mana. Dia kasihan melihat Isabella. Maklumlah lelaki
lemah bila tengok perempuan menangis. Akhirnya air mata Isabella disapu dan
belakang tangan gadis itu dikucup lembut.
“Don’t
call me sayang… I’m not your sayang…
please Andry.” Isabella merayu Andry
supaya memberhentikan perbuatanya. Ditolak tangan Andry dari terus
menyentuhnya.“Please Andry… awak jangan nak
main-mainkan saya… don’t do this to me…”
rayu Isabella. “Please”.
“I love you Isabella. I realy do…” Andry meluahkan perasaanya
sekali lagi. Syahdu sekali. Hanya dia dan Isabella yang mendengarinya. “saya
cinta dan sayangkan awak sejak pertama kali kita berjumpa.” Dia merenung
Isabella. “Please Bella, give me a chance…. For us Bella.”
Segera Andry berlari. Dia
meninggalkan Isabella tanpa sebarang pesanan. Pecut begitu sahaja. Andry
berlari semakin jauh jauh dan terus jauh meninggalkan Isabella yang nyata
tergamam.
‘Dia main-mainkan aku’ Isabella sedih… 'kenapa dia lari? dia dah mengalah ke?' Issabella tergamam bila Andry lari begitu sahaja. 'tu lah sapa suruh aku jual mahal sangat' kutuk Issabella pada dirinya sendiri.
kenapa aku
terlalu bodoh…

.jpg)

No comments:
Post a Comment